Tampilkan postingan dengan label Herbivora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbivora. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

KUDA (Equus Cabellus)

KUDA (Equus Caballus)


Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan          :Animalia
Filum               :Chordata
Kelas               : Mammalia
Ordo                :Perissodactyla
Famili              :Equidae
Genus              : Equus
Spesies            : Equus caballus
       
Kuda (Equus caballus atau Equus ferus caballus) adalah salah satu dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus. Hewan ini telah lama merupakan salah satu hewan peliharaan yang penting secara ekonomis dan historis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.


      A.    Morfologi
Kuda memiliki tubuh yang tertupi rambut walaupun pada tubuhnya rambut tersebut tidak terlihat jelas. Rambut-rambut tersebut berfungsi sebagai pelindung tubuh dari pengaruh panas dan dingin.  Pada bagian atas antara kepala dengan leher terdapat rambut yang tebal dan banyak, begitu juga pada bagian ekor.
Hampir sama juga dengan hewan lainnya pada kelas mamalia, kuda memiliki mata, hidung, mulut, daun telinga, berkaki empat, dan mempunyai ekor.
Kuda memiliki jari yang ganjil sehingga termasuk kedalam kelompok mamalia berjari ganjil (perisodactya) dan disetiap kaki hanya memiliki satu kuku (berkuku satu).
Pada kuda betina memiliki kelenjar susu/mammae (glandulamammae).


B.     Anatomi
1. Didalam mulut terdapat langit-langit atasyang kersa dan bagian belakangnya lunak. Kelunjar penjernaannya berupa 4 pasang kelenjer ludah, hati dan kandungan empedu dan pancreas.
2. Dengan 2 lobus paru-paru masing-masing di dalam ruang pleura yang terpisah. Terdapat laring yang beratap epiglottis sebagai alat suara.
3. Terdapat 2 buah vena cava anterior kiri dan kanan. Jantung beruang 4 dengan sekat sempurna. Sel darah merah tidak berinti
4. Sepasang ginjal bertipe metanefros, bentuk seperti kacang kapri. Ruang ginjal dengan kantung kemih dihubungkan oleh sepasang ureter. Urin keluar lewat lubang urogentalis.
5. System saraf pusat: serebrum dan serebelum relative besar; terdapat 12 pasang saraf cranial.
6.  Lubang genital dan anus terpisah. Hewan jantan mempunyai alat reproduksi  berupa penis sedankan hewan betina berupa vagina. Tetis menghasilkan spermatozoid dan berada dalam saku skotum.  Ovum sangat kecil.


C.    Sistem Gerak
Pada mamalia memiliki dua pasang alat gerak dengan bermacam-macam bentuk untuk berjalan, memegang, memanjat, berenang,tergantung spesiesnya.
Pada kuda anggota geraknya berupa sepasang kaki depan dan belakang yang berfungsi untuk berjalan dan berlari. Kuda memiliki jari yang ganjil sehingga termasuk kedalam kelompok mamalia berjari ganjil (perisodactya) dan disetiap kaki hanya memiliki satu kuku (berkuku satu).


      D.    Sistem Pencernaan
Saluran gastrointestinal adalah saluran yang bersifat musculo-membranosus (berupa membran berotot) yang  memanjang mulai dari mulut hingga anus. Pada kuda panjang saluran membran  mukosa ini diperkirakan 100 kaki dan berfungsi dalam ingesti (masuknya makanan ke dalam mulut), menggiling, mencampur, pencernaan, dan penyerapan makanan dan pengeluaran limbah padat. Organ-organ pencernaan kuda dimulai dari mulut, pharynx, esophagus, lambung, usushalus, ususbuntu, ususbesar, dan anus. Kuda pada dasarnya adalah hewan yang suka merumput, usus kuda telah dirancang untuk menerima sejumlah kecil serat makanan dengan intake yang teratur dan memerlukan suplai makanan yang konstan tanpa pernah melebihi kemampuan sistem yang ada.
Gambar Organ-organ Pencernaan Pada Kuda :

     

E.     Sitem Ekresi
Sistem ekresi berawal dari ginjal ,ginjal berbentuk seperti biji kacang, ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Dari kandung kemih mengeluarkan uretra yang akan mengeluarkan urin melaluis aluran urin. Domba dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata lain yang menggunakan kloaka. Domba memiliki saluran pembuangan sisa pencernaan melalui anus, urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui vagina atau penis.
Gambar Ginjal Pada Mamalia :


 
 



 
 












F.     Sistem Pernafasan
Oksigen merupakan sesuatu yang keberadaannya sangat vital dalam   kehidupan. Fungsi utama dari sistem respirasi adalah mensuplai oksigen ke dalam jaringan dan mengeluarkan karbondioksida. Sistem respirasi juga berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, dan pengeluaran air (cairan tubuh) serta terdiri dari rangkaian aliran udara yang menghubungkan antara paru-paru dan udara luar dimana organ yang berperan dalam hal ini meliputi nasal cavity, pharynx, larynx, trachea, bronchi, dan lungs (paru-paru). Jalan masuk ke rongga hidungdilindungi oleh nostril, dimana pada kuda adalah vaskuler, lembut, lunak, dan bisa luas berdilatasi. Muzle terdiri dari rambut-rambut tentakel dan merupakan organ yang sensitif untuk meraba dan muzle juga berfungsi memastikan makanan tepat untuk dimasukan ke ruang mulut dalam arti memegangnya. Rongga hidung dilapisi oleh membran mukosa yang mampu menghangatkan udara inspirasi. Pharynx merupakan ruang bersama antara saluran hidung dan mulut, larynx menjagamasuknya objek lain ke dalam trakhea pada saat inspirasi dan mengatur aliran udara. Lekuk kartilago disebut juga epiglottis menutup aliran udara pernafasan ketika menelan makanan. Larynx juga sebagai organ suara utama dan memuat tali suara. Trakhea adalah pipa panjang yang bersifat noncollapssible artinya saluran udara tersebut tidak akan melipat, menghubungkan kerongkongan ke paru-paru pada bagian ujung bercabang membentuk bronchi, yang terus kemudian membentuk bronchioli. Paru-paru berpasangan dan berisi banyak kantung udara dimana terjadi pertukaran gas antara udara dan kapiler-kapiler pulmonary.
Pergerakan keluar masuknya udara kedalam paru-paru (respirasi) dicapai oleh adanya kontraksi dan relaksasi dari diafragma dan otot-otot intercostae. Tingkat respirasi tergantung pada keperluan jaringan akan oksigen. Sistem syaraf yang terlibat memiliki sistem yang rumit untuk mengontrol tingkat respirasi. Normalnya dalam kondisi istirahat seekor kuda akan bernafas 8-16 kali permenit dan akan meningkat tajam selama beraktifitas.
Gambar Paru-Paru Pada Mamalia :
  
       
G.    Sistem Sirkulasi
Untuk menghasilkan energi secara aerob, maka oksigen harus dikirim ke otot dengan cepat dan efisien melalui darah yang dipompakan oleh jantung melalui arteri, lalu kapiler darah yang kecil yang mensuplai serat-serat otot. Kondisi homeostasis internal dipertahankan di dalam tubuh kuda oleh adanya sirkulasi darah. Darah disebut sebagai ‘pusat kehidupan’ karena keberadaannya sebagai cairan penting yang menyebar di dalam jaringan tubuh untuk mendukung kehidupan. Beberapa fungsi dari darah adalah:
  1. transportasi nutrisi dari saluran ke jaringan.
  2. mengeluarkan produk sisa metabolisme.
  3. transport oksigen ke dalam jaringan.
  4. transport sekresi endokrin.
  5. penyetaraan kandungan air.
  6. pengatur suhu tubuh.
  7. pengatur kadar asam tubuh.
  8. pertahanan untuk melawan mikroorganisme.
  9. kekebalan penyakit.
  10. reaksi alergi.
Sistem sirkulasi terdiri dari jantung dan sistem pembuluh darah diseluruh tubuh. Arteri-arteri mempunyai dinding yang tebal, merupakan pembuluh-pembluh otot yang membawa darah dari jantung. Pembuluh-pembuluh ini bercabang dan ukurannya semakin kecil dan berkembang menjadi arteriol (arteri-arteri kecil) dan akhirnya menjadi apa yang disebut capillary bed (tempat pertukaran cairan dan nutrisi). Kapiler-kapiler bersatu membentuk vena kecil, dan vena-vena ini bergabung membentuk vena dengan ukuran besar yang kembali membawa darah menuju jantung. Arteri pulmonalis membawa darah miskin oksigen dari jantung ke paru-paru, dan darah kaya akan oksigen dikirim kembali menuju jantung lewat vena pulmonalis. Jantung yang besar dan organ yang berotot pada kuda, baik sekali sebagai pembantu dalam sisitem sirkulasi. Akan tetapi terdapat kontrol syaraf yang rumit dari jantung yang dapat berubah dengan tajam terhadap kecepatan ritme jantung pada variasi kondisi fisiologis. Menurut Evans 1989, kecepatan denyut jantung pada kuda dewasa antara 36-40 kali permenit, dimana kecepatan ini agak sedikit lebih rendah pada kuda jenis draft (kuda berdarah dingin) dan agak sedikit lebih tinggi pada kuda-kuda thoroughbred (kuda berdarah panas) . Kecepatan denyut jantung dipengaruhi oleh faktor-faktor fisiologis seperti rangsangan, latihan gerak otot, temperatur lingkungan, pencernaan, tidur, dan kondisi variasi penyakit. 
Gambar Sirkulasi Pada Mamalia :

Gambar Jantung Pada Mamalia :
  


H.    Sistem Endokrin 
Sistem endokrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu.
Fungsi Kelnjar Endokrin :
1 .      Menghasilkanhormon-hormon yang dialirkankedalamdarah yang diperlukanolehjaringan-jaringandalamtubuhtertentu.
2 .      Mengontrolaktifitaskelenjartubuh.
3 .      Merangsangaktifitaskelenjartubuh.
4 .      Merangsangpertumbuhanjaringan.
5 .      Mengaturmetabolisme, oksidasi, meningkatkanab­sorpsiglukosapadausushalus.
6 .      Mempengaruhimetabolismelemak, protein, hidratarang, vitamin, mineral dan air.
Gambar Kelenjar-Kelenjar Pada Mamalia :
 


I.       Sistem Koordinasi
Sistem koordinasi merupakan system saraf (pengatur tubuh) berupa penghantar impuls saraf ke susunan saraf pusat, pemprosesan impuls saraf dan perintah untuk memberi tanggapan ransangan atau sistem yang mengatur kerja semua sistem organ agar dapat bekerja secara erasi. Sistem koordinasi pada hewan meliputi sistem saraf beserta indera dan sistem endokrin( hormon). Sistem saraf merupakan sistem yang khas bagi hewan, karena sistem saraf ini tidak dimiliki tumbuhan. Sistem saraf yang dimiliki oleh hewan berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan hewan semakin kompleks sistem sarafnya.

Gambar Sistem Saraf :






      J.      Sistem Reproduksi
Perilaku kuda sangat berbeda dari hewan lain, termasuk periode kehamilan, laktasi, kelahiran dan siklus estrus. Kuda memiliki dua ovarium dari 7-8 cm panjangnya. Seorang peternak kuda harus mengetahui siklus reproduksi ternak kudanya. Kuda betina dan kuda jantan kawin satu sama lain pada waktu tertentu dan kesempatan. Perilaku perkawinan kuda menunjukkan bahwa mereka tidak biasanya kawin dalam linkungan sosial. Kuda-kuda membutuhkan banyak ruang terbuka untuk melakukan proses perkawinana.


Source: http://julianreynold-deskripsi-tentang-kuda.blogspot.co.id/

Minggu, 04 September 2016

Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaesus Morio)

Orangutan Kalimantan

Nama : Orangutan Kalimantan
Nama Latin : Pongo Pygmaesus Morio
Nama Inggris : Bornean Orangutan

A.  Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Primata
Family : Hominidae
Genus : Pongo
Species : Pongo pygmaeus morio

B.  Ciri- Ciri
Orangutan kalimantan memiliki morfologi yang tidak bebeda jauh dengan orangutan sumatera.Orangutan merupakan hewan diurnal (aktif di siang hari) dan aboreal , hewan ini memiliki tubuh gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk serta tidak memiliki ekor. Tubuh Orangutan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka juga memiliki kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi. Pejantan orangutan kalimantan memiliki benjolan dari jaringan lemak di kedua sisi wajah yang mulai berkembang di masa dewasa setelah perkawinan pertama. Orangutan jantan memiliki pelipis yang gemuk.
Mereka memiliki indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap dan peraba. Telapak tangan mereka terdiri dari empat panjang ditambah dengan satu ibu jari.Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia. Orangutan jantan berukuran 100- 114 cm dengan berat tubuh maksimal 90kg, dan orangutan betina berukuran 80-100 cm dengan berat tubuh sekitar 56kg. Masa hidup diperkirakan hingga 56 tahun jika dalam perlindungan ataupun perawatan dan 35-45 tahun jika di alam bebas.

C.  Persebaran dan Status Konservasi
Satwa ini hidup endemik di Pulau Kalimantan, mencakup wilayah Indonesia dan Malaysia. Subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus (Northwest Bornean Orangutan) dapat ditemukan di Serawak (Malaysia) dan Kalimantan bagian barat laut. Subspesies Pongo pygmaeus wurmbii (Central Bornean Orangutan) terdapat di Kalimantan Tengah dan bagian selatan kalimantan Barat. Sedangkan subspesies Pongo pygmaeus morio (Northeast Bornean Orangutan) dijumpai di Kalimantan Timur (Indonesia) dan Sabah (Malaysia).
Status Konservasi : IUCN Redlist memasukkan orangutan kalimantan dalam status endangered (terancam) sejak tahun 1994. Sedangkan CITES memasukkannya dalam daftar Apendiks I yang berarti tidak boleh diperdagangkan. Pemerintah Indonesia juga telah memasukkan spesies ini sebagai satwa yang dilindungi. Hal ini disebabkan populasi orangutan kalimantan yang semakin hari mengalami penurunan akibat dari rusaknya habitat (kerusakan hutan), kebakaran hutan, pembalakan hutan, menciutnya luas hutan, serta perburuan dan perdagangan liar.

D. Habitat
Habitat Orangutan Kalimantan ini adalah  di daerah hutan hujan tropis yang ada di Pulau Kalimantan, di daerah dataran rendah hingga daerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter dpl. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan.

E.  Makanan
Meskipun Orangutan termasuk hewan omnivora, sebagian besar dari mereka hanya memakan tumbuhan. Makanan kesukaan Orangutan ini adalah buah-buahan. Makanan yang lainnya adalah daun-daunan, biji-bijian, kulit kayu, tunas tanaman (yang lunak), bunga-bungaan. Selain itu mereka juga memakan serangga dan hewan-hewan kecil lainnya (seperti burung dan mamalia kecil). Orangutan bahkan tidak perlu meninggalkan pohon mereka jika ingin minum. Mereka biasanya meminum air yang telah terkumpul di lubang-lubang diantara cabang pohon.

F.  Reproduksi
Orangutan betina biasanya melahirkan pada usia 7-10 tahun dengan lamakandungan berkisar antara 8,5 hingga 9 bulan; hampir sama dengan manusia. Jumlah bayi yang dilahirkan seorang betina biasanya hanya satu. Bayi orangutan dapat hidup mandiri pada usia 6-7 tahun. Kebergantungan orangutan pada induknya merupakan yang terlama dari semua hewan, karena ada banyak hal yang harus dipelajari untuk bisa bertahan hidup, mereka biasanya dipelihara hingga berusia 6 tahun.
Orangutan berkembangbiak lebih lama dibandingkan hewan primata lainnya, orangutan betina hanya melahirkan seekor anak setiap 7-8 tahun sekali. Umur orangutan di alam liar sekitar 45 tahun, dan sepanjang gidupnya orangutan betina hanya memiliki 3 keturunan seumur hidupnya. Dimana itu berarti reproduksi orangutan sangat lambat. Hal ini jugalah yang membuat jumlah orangutan di alam sangat sedikit dan menjadi salah satu satwa yang dilindungi.


Source: http://abu-muadz76.blogspot.co.id/2012/11/orangutan-adalah.html

Jerapah (Giraffa Camelopardis)

Jerapah (Giraffa Camelopardalis) adalah mamalia berleher panjang ditemukan di hutan padang rumput terbuka sub-Sahara Afrika. Jerapah adalah mamalia yang tertinggi yang masih hidup di dunia ini. Ada sembilan sub-spesies jerapah yang ditemukan di lokasi yang berbeda secara geografis dan masing-masing berbeda dalam warna dan pola sesuai tempat asal mereka. Jerapah ditemukan di sub-Sahara Afrika dan di beberapa bagian Afrika Utara. Di Afrika Tengah sendiri, keberadaan Jerapah terisolir ke hanya beberapa wialayah kecil saja. Namun, populasi jerapah secara keseluruhan dianggap stabil dan bahkan berkembang di beberapa daerah karena peningkatan permintaan jerapah di peternakan pribadi.

Jerapah memiliki leher sangat panjang yang memungkinkan untuk mengeksploitasi daun dan vegetasi yang tinggi. Meskipun panjang, leher jerapah sebenarnya terdiri dari struktur tulang dengan jumlah yang sama dengan mamalia berkuku lainnya tetapi hanya bentuknya saja yang berbeda. Jerapah memiliki leher panjang, kaki tipis panjang, dan ekor panjang yang memiliki bulu di bagian ujung yang berguna untuk mengusir lalat. The Jerapah cenderung berwarna putih dengan pola berwarna coklat atau kemerahan mentupi seluruh tubuhnya (terkecuali kaki bagian bawah). Pola dari setiap jerapah tidak hanya unik tapi juga beragam dari segi bentuk, ukuran, dan jumlah dan pola tersebut berbeda setiap jerapah. Dengan mata yang besar serta tinggi badan mereka, membuat jerapah memiliki daya penglihatan yang cukup baik. Jerapah juga memiliki tanduk kecil yang disebut ossicones di atas kepala mereka. Jerapah menghuni hutan terbuka dan savana di mana mereka dapat menggunakan tinggi badan mereka untuk dapat melihat bahaya dari jarak yang jauh.

  • Filum: Chordata
  • Kelas: Mammalia
  • Order: Artiodactyla
  • Keluarga: Giraffidae
  • Genus: Giraffa
  • Nama Ilmiah: Giraffa Camelopardalis
  • Nama Umum: Jerapah, Giraffe
  • Kelompok: Mamalia, Herbivora
  • Lokasi: Sub-Sahara Afrika
  • Habitat: Hutan dan Savana
  • Warna: Putih, Merah, Coklat, Hitam
  • Jenis Kulit: Rambut
  • Tinggi: 4m - 6m
  • Berat: 550kg - 1,930kg
  • Kecepatan Lari: 48 km/jam
  • Makanan: Daun dan Buah
  • Predator: Singa, macan tutul, Hyena
  • Gaya Hidup: Diurnal
  • Perilaku Hiudup: Berkelompok
  • Rentang Hidup: 20 - 25 tahun
  • Status Konservasi: Aman
  • Ancaman Terbesar: Perburuan dan Hilangnya Habitat
  • Ciri Khusus: Leher Panjang dan Mantel Kulit Bermotif Unik
  • Fakta Untik: Memiliki lidah yang panjang yakni hingga 18 inci 


Ukuran jerapah yang besar mengharukan mereka untuk menghabiskan banyak waktunya makan yang cenderung dilakukan pada pagi dan sore hari. Ketika siang hari, ketika suhu semakin panas, jerapah pergi ke daerah yang lebih teduh di mana mereka akan memuntahkan makanan mereka, sebelum kemudian dikonsuminya lagi. Sekawanan kecil jerapah terdiri dari beberapa betina dan anak-anak mereka dengan menghabiskan baik siang dan malam bersama-sama untuk melindungi anak-anak mereka dari predator. Sedangkan jerapah jantan cenderung lebih soliter (menyendiri) berkeliaran di daerah yang luas untuk mencari betina untuk di kawin. Namun jika ada dua pejantan bertemua, keduanya akan mulai membenturkan kepala  dan leher mereka untuk menunjukan dominasi antar satu dengan lain. Pemenangnya akan mendapatkan hak untuk mengawini beitna jerapah lokal.

Jerapah berkembang biak sepanjang tahun. Setelah jerapah jantan bertemu dengan jerapah betina dan melakukan perkawiana, jerapah jantan akan pergi dan melanjutkan cara hidup soliternya. Setelah periode kehamilan yang berlangsung selama 15 bulan, jerapah betina melahirkan bayi tunggal dengan tinggi sudah mencapai dua meter dan memiliki pola tersendiri yang unik. Setelah lahir, jerapah betina akan menajuhkan anaknya dari anggota kawanannya selama 15 hari dan kemudian akan disapih saat anaknya berusia lebih dari setahun. Meskipun jerapah muda baik jantan atau pun betina akan bergabung dengan kelompok induknya, tetapi ketika jerapah jantan sudah mendapat cukup umur, mereka akan pergi melanjutkan perjalanan mereka sendiri dengan hidup soliter. 

Jerapah adalah binatang herbivora dengan tubuh tinggi sehingga membuat mereka dapat menggapai makanannya meskipun berada di atas pohon yang tinggi. Jerapah dikenal makan hingga 60 spesies tanaman yang berbeda sepanjang tahun. Jerapah mengambil makananya dengan menggunakan lidahnya yang panjang yang bisa tumbuh hingga 18 inci. Jerapah dikethaui paling sering memakan daun pohon akasia tetapi mereka juga dikethaui memakan aprikot liar, bunga, buah-buahan, tunas, biji-bijian dan rumput segar setelah hujan. Jerapah mendapatkan 70% pasokan kebutuhan akan air dari makanan mereka sehingga jerapah hanya perlu minum air sangat sedikit setiap harinya. Ketika minum, jerapah akan melebarkan kaki depan mereka kemudian membungkukkan leher mereka yang panjang ke tanah.

Meskipun menjadi hewan darat tertinggi di dunia, jerapah sebenarnya dimangsa oleh sejumlah karnivora besar yang ikut menghuni hutan terbuka dan savanah. Singa merupakan predator utama jerapah. Selain singa, heyna dan macan tutul juga sering memburu jerapah. Jerapah mengandalkan dataran terbuka yang luas sehingga mereka dapat melihat ancaman dari predator yang mencoba untuk memburunya untuk kemudian lari. Akan tetapi jika predator sudah terlalu dekat dengannya, jerapah akan menggunakan kaki-kaki mereka untuk membela diri. Dari semua anggota kawanan jerapah, jerapah yang masih muda lah yang paling rentan dan akan bergantung pada perlindungan induk mereka serta jerapah dewasa lainnya dari kawanan mereka. Sayangnya, sekitar 50% dari jerapah muda tidak berhasil melewati usia 6 bulan mereka karena dimangsa oleh predator seperti singa, hyena dan macan tutu. Tetapi, perburuan yang dilakukan manusia lah yang mengancam populasi jerapah. Ditambah pembukaan lahan yang dilakukan manusia untuk pertanian dan pemukiman membuat populasi jerpah terus terancam.

Hari ini, secara umum jerapah terdaftar oleh IUCN sebagai hewan yang masih terjaga dari kepunahan di alam liar berdasarkan fakta yang menunjukan sebagian besar populasi jerapah saat ini masih stabil dan bahkan di beberapa daerah mengalami peningkatan. Namun, di beberapa daerah, khusunya di Afrika Tengah, kebaradaan jerapah terancam karena masih maraknya perburuan liar dan hilangnya habitat asli mereka akibat pembukaan lahan untuk pemukiman dan pertanian.